Selasa, 27 Maret 2012

Proposa Usaha Percetakan 2

ANALISIS PRODUK JASA




§  Produk
Produk jasa yang kami hasilkan yaitu:
1.      Cetak kartu pelajar, kartu mahasiswa dan ID Card.
Kartu tanda pengenal mutlak diperlukan bagi tiap perorangan pada suatu instansi. Seorang siswa diberikan kartu pelajar ketika masuk ke suatu sekolah. Seorang mahasiswa diberikan kartu tanda mahasiswa ketika menjadi mahasiswa di suatu kampus. Seorang guru, dosen, staff atau karyawan diberikan tanda pengenal oleh instansi tempat mereka bekerja. Dengan melihat jumlah siswa, mahasiswa, guru, dosen, staff dan karyawan yang ada pada instansi pendidikan, maka jasa percetakan produk ini memiliki prospek yang sangat besar dan patut diperhitungkan.

2.      Cetak buku pelajaran, diktat, buku rapor.
Buku merupakan suatu “makanan” wajib dalam dunia pendidikan, sehingga permintaan akan produk ini besar dan kontinyu.  Jasa pencetakan buku dilakukan dengan proses perbanyakan (fotocopy).

3.      Cetak Piagam, sertifikat, Ijazah.
Partner grafis yang kami rintis juga akan menyediakan jasa pencetakan sertifikat dan piagam serta ijazah yang setiap tahunnya pasti digunakan oleh sekolah.

4.      Cetak Soal Ulangan
Pada sekolah-sekolah negeri, ulangan diulakukan dua kali dalam setahun. Jika jumlah mata pelajaran di tiap sekolah minimal 7 dan dikalkulasikan terhadap jumlah mahasiswa yang terdapat di sekolah tersebut, maka produk jasa ini memiliki prospek yang sangat besar.

5.      Pengeditan dan cetak pas foto.
Produk jasa ini merupakan produk jasa sampingan yang akan dihasilkan. Dengan kemampuan grafis dan peralatan cetak yang dimiliki sudah sangat memadai untuk menyediakan produk jasa ini.

6.      Desain dan cetak spanduk dan banner.
Produk jasa ini merupakan salah satu produk yang memiliki margin keuntungan yang besar. Namun karena keterbatasan peralatan cetak yang dimiliki mengingat perlatan yang dibutuhkan untuk mencetak produk ini sangat mahal, maka kami fokuskan pada pekerjaan desain, sedangkan untuk pencetakannya akan dilakukan dengan sistem  job order, yaitu dengan cara bekerja sama dengan perusahaan percetakan lain yang lebih besar dan tetap memperhatikan margin keuntungannya. 

§  Keunggulan
Keunggulan yang diutamakan Partner Grafis dibandingkan usaha percetakan lain yaitu harga yang sangat bersaing. Dengan cara menurunkan harga jual sedikit lebih rendah dari harga pasaran, tentunya instansi tersebut akan lebih memilih produk yang harganya lebih rendah, karena biasanya instansi pendidikan tidak menjadikan kualitas sebagai prioritas utama. Dan menggunakan prinsip margin keuntungan kecil namun kontinyu. Kelebihan lain dari usaha kami yaitu untuk pemesanan dalam skala besar, kami akan menyediakan layanan use first pay later, dimana pelanggan bisa melakukan pembayaran dengan mencicil. Hal ini yang biasanya lebih disukai instansi negeri karena terkait masalah birokrasi yang biasanya memang selalu menjadi penghambat masalah pendanaan. Partner Grafis juga memberikan layanan penuh pre order dan after sales service yang sangat baik kepada pelanggan. Dengan keunggulan yang kami miliki, kami yakin Partner Grafis dapat bersaing di pasaran.

Kamis, 15 Maret 2012

Proposal Usaha Percetakan 1


PENDAHULUAN

§  Latar belakang
Pekerjaan cetak-mencetak saat ini tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari keperluan pribadi seperti sekolah dan kuliah, keperluan kantor, hingga urusan bisnis seperti periklanan pasti membutuhkan proses cetak-mencetak. Seorang siswa dan mahasiswa memerlukan proses mencetak untuk keperluan mencetak tugas sekolah atau tugas kuliahnya dari bentuk softcopy menjadi bentuk hardcopy menggunakan desktop printer. Seorang guru atau dosen memperbanyak bahan ajar atau soal ujian dengan proses mencetak (fotocopy). Sebuah kantor atau instansi membutuhkan proses cetak-mencetak untuk keperluan administrasi dan pengarsipan. Sebuah toko atau perusahaan membutuhkan proses cetak untuk keperluan produksi dan periklanan. Karena kebutuhan yang besar akan pekerjaan cetak-mencetak inilah maka teknologi industri percetakan berkembang dengan sangat pesat.
Teknologi percetakan sendiri sangat beragam. Dimulai dari percetakan manual dengan sistem sablon. Namun teknologi sablon ini memiliki kekurangan seperti terbatasnya fleksibilitas desain dan variasi penggunaan warna, proses yang memakan waktu lama, dan harga produksi yang mahal jika mencetak dalam jumlah kecil. Lalu percetakan menggunakan mesin cetak seperti mesin fotokopi dan mesin percetakan offset. Kelebihan mencetak dengan mesin jenis ini adalah kecepatan produksi yang tinggi, namun biaya cetak cukup tinggi bila mencetak dalam jumlah kecil dan media cetaknya hanya bisa diaplikasikan pada kertas. Teknologi percetakan yang sedang laris dan berkembang saat ini adalah percetakan digital. Teknologi percetakan ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknologi percetakan yang mendahuluinya, yaitu fleksibilitas desain dan penggunaan warna yang tidak terbatas, kualitas hasil cetakan tinggi, media cetak yang dapat diaplikasikan ke bahan selain kertas, dan harga produksi yang tidak besar walaupun produksi dilakukan dalam jumlah kecil.
Teknologi percetakan semakin hari akan terus berkembang. Teknologi-teknologi baru dalam percetakan akan menyebabkan meningkatnya kualitas hasil cetak, kecepatan proses pencetakan, dan cost yang semakin rendah. Hal ini akan berdampak langsung pada konsumen, dimana permintaan dan kebutuhan akan pekerjaan cetak-mencetak akan semakin besar, sehingga peluang bisnis percetakan ini juga semakin besar.

§  Justifikasi Pemilihan Objek Usaha
Jika melihat perkembangan bisnis percetakan saat ini, percetakan merupakan salah satu bisnis yang sangat cepat berkembang karena bisnis ini memiliki prospek yang baik dan cukup menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya usaha-usaha baru di bidang percetakan yang tumbuh. Meskipun sudah banyak orang yang membuka bisnis percetakan, namun konsumen dan pasarnya semakin hari semakin berkembang karena pekerjaan cetak-mencetak sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi personal, pemilik usaha, maupun kantor dan instansi.
Salah satu instansi yang membutuhkan pekerjaan cetak-mencetak secara kontinyu adalah instansi pendidikan seperti sekolahan. Sepanjang tahun sekolahan akan membutuhkan pekerjaan cetak-mencetak untuk memenuhi kelengkapan sekolah. Biasanya untuk memenuhi kebutuhan ini sekolahan tidak mengerjakan sendiri secara langsung, namun dengan bekerja sama dengan pihak swasta lain. Tuntutan kerjasama instansi pendidikan dengan pihak swasta lokal yang mampu memberikan kinerja lebih baik dan lebih cepat mengilhami kami untuk memanfaatkan kemampuan kami di bangku kuliah, informasi dari internet, dan pengalaman kerja kami dengan membuka education partner grafis. Partner grafis yang kami rintis akan bergerak di usaha jasa percetakan kelengkapan sekolah  seperti kartu pelajar, Id card,diktat, buku pelajaran, ijazah, dan sertifikat.  Dalam proses optimalisasi kerja tersebur partner grafis ini mebutuhkan tiga bidang utama yakni marketing, operasional,dan keuangan.
Sektor pendidikan merupakan sektor yang akan terus berkembang. Seiring dengan berkembangnya sektor pendidikan, peluang usaha pada sektor ini pun semakin meningkat, terutama universitas swasta yang terus melaksanakan program penerimaaan mahsiswa baru melalui jalur tes khusus yang dilaksanakan di sekolah-sekolah di daerah  akan berimplikasi terhadap meningkatnya proses percetakan soal tes,  pembuatan ID card dan diktat, serta spanduk-spanduk publikasi. Dengan kebutuhan-kebutuhan di dunia pendidikan kami hadir menjawab kebutuhan-kebutuhan percetakan grafis.

§  Tujuan Usaha
Memberikan pelayanan kepada instansi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang grafis
Memberikan peluang usaha bagi mahasiswa maupun lulusan SMK.

Senin, 12 Maret 2012

Pengujian dan Analisis Robot Pemadam Api


Untuk mengetahui apakah sistem yang dibuat telah sesuai dengan perancangan yang dilakukan sebelumnya, maka harus dilakukan pengujian terhadap sistem yang telah dirancang. Dari hasil pengujian tersebut selanjutnya dianalisa untuk mengetahui penyebab kinerja sistem yang tidak sesuai dengan perancangan.
Pengujian sistem dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengujian sistem pada masing-masing bagian dan pengujian sistem pada saat semua bagian terpasang.



Video hasil akhir pengujian robot pemadam api berbasis mikrokontroler ATMega16

Kamis, 01 Maret 2012

Pemrograman Robot Pemadam Api


Pemrograman bertujuan untuk memberikan instruksi dan langkah-langkah kepada robot untuk meyelesaikan misi pencarian api. Misi pencarian api dilakukan pada lapangan yang terdiri dari beberapa ruangan. Bentuk lapangan yang digunakan adalah bentuk lapangan yang digunakan pada Kontes Robot Cerdas Indonesia. Gambar 3.31 Menunjukkan bentuk lapangan tempat simulasi pencarian api.

Lapangan KRCI Robot Pemadam Api
Area kerja robot terdiri dari empat ruangan. Tiap ruangan diberi nomor mulai dari ruangan 1 sampai ruangan 4. Masing-masing ruangan memiliki pintu ruangan yang ditandai dengan garis putih pada permukaan lantai. Sebuah tanda berbentuk lingkaran menunjukkan “Home” yaitu posisi awal robot memulai misi.
Pencarian api dilakukan dengan menelusuri lapangan dan menghindari dinding agar tidak menabrak. Jika robot memasuki ruangan, robot akan menelusuri ruangan untuk mencari api dan memadamkannya jika api ditemukan.
Langkah-langkah pencarian api dapat dijelaskan dengan algoritma yang digambarkan pada diagram alir di gambar 3.32. 
Gambar 3.32 Diagram Alir Program Utama Robot Pemadam Api (main program).

Pada saat robot dinyalakan, robot mulai melakukan penelusuran lapangan untuk mencari api di tiap ruangan. Masing-masing ruangan dicek secara berurutan,mulai dari ruang 1 sampai ruang 4. Jika ditemukan api di ruang tersebut, maka robot akan melakukan pemadaman, jika tidak ditemukan api, maka robot akan melanjutkan pencarian ke ruang berikutnya hingga selesai dan kembali ke posisi home.

Agar robot dapat menelusuri ruangan dengan baik maka digunakan teknik wall following, yaitu robot akan berjalan maju dengan menggunakan dinding sebagai acuan. Dinding yang digunakan sebagai acuan yaitu dinding disebelah kanan robot. Robot berjalan maju dengan menjaga jaraknya terhadap dinding kanan. Jika jarak robot terlalu dekat dengan dinding maka robot akan bergerak menjauhi dinding. Jika jarak robot terlalu jauh dengan dinding maka robot akan bergerak mendekati dinding. Algoritma wall following dijelaskan dengan diagram alir pada gambar 3.33.

Untuk mengecek keberadaan api didalam ruangan, robot melakukan pendeteksian api dengan berputar 360° sambil membaca kondisi sensor api. Jika UVTRON menghasilkan 1 pulsa atau lebih dalam waktu 50 ms yang berarti ada api yang terdeteksi, maka robot berhenti dan mendekati api tersebut sampai tanda putih pada lantai terdeteksi. Kemudian robot melakukan penepatan posisi dengan cara berputar 360° sambil membaca kondisi UVTRON. Jika sensor api menghasilkan 2 pulsa dalam waktu 100 ms yang berarti api tepat berada di depan robot, maka robot berputar 90° ke kanan kemudian memadamkan api tersebut. Robot berputar 90° untuk memadamkan karena posisi kipas berada di sisi kiri robot. Algoritma pencarian dan pemadaman api dijelaskan dengan diagram alir pada gambar 3.34
Gambar 3.34 Diagram Alir Algoritma Pencarian dan Pemadaman Api





Video hasil akhir robot pemadam api berbasis mikrokontroler ATMega16

Sabtu, 25 Februari 2012

Sistem Minimum Mikrokontroler ATMega16 Robot Pemadam Api

Sistem Mikrokontroler
Sistem mikrokontroler ini merupakan pusat kendali robot yang membaca semua sensor untuk kemudian menentukan tidakan apa yang akan dilakukan robot. Sistem mikrokontroler ini terdiri dari beberapa bagian rangkaian, yaitu rangkaian reset, dan rangkaian pewaktu.
Reset pada mikrokontroler ATMega16 akan terjadi jika pin reset diberi logika 0 (low) karena pin reset pada ATMega16 adalah active low, sehingga pin ini perlu diberi logika high terus menerus agar mikrokontroler dapat bekerja. Maka rangkaian reset dapat dibuat seperti Gambar 3.24.

Gambar 3.24 Rangkaian Reset Mikrokontroler ATMega16.

Rangkaian ini akan memberikan logika low pada pin RST ATMega16. Jika sakelar terhubung, arus yang sebelumnya mengalir ke pin reset akan mengalir menuju ground dengan melewati resistor. Resistor berfungsi sebagai pembatas arus yang mengalir ke pin RST mikrokontroler. 
Selain rangkaian reset, mikrokontroler agar dapat bekerja juga membutuhkan suatu rangkaian osilator sebagai sumber detak (clock). Mikrokontroler ATMega16 telah memiliki osilator internal di dalamnya, namun frekuensi maksimumnya adalah 8MHz. Untuk meningkatkan frekuensinya perlu ditambahkan Kristal. Kristal yang ditambahkan memiliki nilai 11,0592 MHz, dan dengan tambahan dua buah kondensator keramik 30 pF seperti pada Gambar 3.25.

Gambar 3.25 Rangkaian Osilator Sebagai Sumber Detak Mikrokontroler

Dengan tambahan kristal tersebut maka mikrokontroler akan bekerja dengan frekuensi clock sebesar 11,0592 MHz.  
Pada Mikrokontroler ATMega16 terdapat  4 buah port I/O yang terdiri dari Port A (PA), Port B (PB), Port C (PC), dan Port D (PD). Port-port ini merupakan port paralel dengan lebar jalur data 8 bit. Pada perancangan ini tidak semua port yang ada pada mikrokontroler digunakan. Gambar 3.26 merupakan hubungan input-output port mikrokontroler.ATMega16 yang digunakan. Gambar 3.27 Memperlihatkan rangkaian sistem mikrokontroler secara keseluruhan.

Gambar 3.26 Hubungan input-output port mikrokontroler


Gambar 3.27 Sistem Mikrokontroler ATMega16.

Untuk mengisi mikrokontroler dengan program, digunakan downloader yang berfungsi menghubungkan mikrokontroler dengan komputer (PC) sehingga perintah dapat diisikan ke mikrokontroler. Downloader yang digunakan adalah downloader DU-ISP V3 dengan komunikasi ke komputer menggunakan port USB. Gambar 3.28  adalah downloader DU-ISP V3.


Gambar 3.28 Downloader DU-ISP V3

Video hasil akhir robot pemadam api berbasis mikrokontroler ATMega16

Kamis, 02 Februari 2012

Pendeteksi Api Robot Pemadam Api


Untuk mendeteksi keberadaan sumber api yang akan dipadamkan oleh robot pemadam api, digunakan sensor ultraviolet. Sensor ultraviolet yang digunakan pada robot ini yaitu modul Hamamatsu UVTron flame detector dengan tabung sensor tipe R9454 dan driving circuit tipe C10423. Gambar 3.21 Memperlihatkan modul driver UVTron dan tabungnya.


Gambar 3.21 Modul driver dan Tabung UVTron.

Modul ini membutuhkan tegangan catu sebesar 12V-24V. Output yang dihasilkan oleh modul UVTron ini berupa pulsa persegi yang periodanya tergantung dari intensitas cahaya ultraviolet yang ditangkapnya. Perioda maksimumnya mencapai 10 ms .Sinyal output modul UVTron tersedia dalam dua bentuk, yaitu output berimpedansi tinggi dengan kondisi active high, dan output berimpedansi rendah dengan kondisi active low. Bentuk kedua jenis output UVTron ditunjukkan pada Gambar 3.22.

Gambar 3.22 Perbandingan Output Q dan  UVTron

Kedua output ini bersifat open collector, artinya perlu ditambahkan pull up terlebih dahulu. Pull up yang digunakan yaitu pull up internal yang telah dimiliki oleh mikrokontroler ATMega16.


Output yang akan digunakan adalah output 1. Output ini bersifat active low yaitu output bernilai nol ketika mendeteksi adanya api. Output 1 dihubungkan langsung ke pin  PB.0 mikrokontroler yang telah diaktifkan pull up internalnya. 




Rabu, 01 Februari 2012

Sensor Garis Robot Pemadam Api


Pendeteksi Garis
Pendeteksi garis pada robot pemadam api ini digunakan untuk mendeteksi garis putih yang berada pada area kerja yang menandakan tempat tertentu, misalnya pintu. Untuk mendeteksi garis digunakan sensor infra merah yang terdiri dari rangkaian pengirim dan rangkaian penerima. Rangkaian pengirim berfungsi untuk memancarkan cahaya inframerah, dan rangkaian penerima berfungsi untuk menerima cahaya inframerah yang memantul pada permukaan garis putih. Pendeteksi garis diletakkan di bagian bawah robot pemadam api, seperti yang ditunjukkan Gambar 3.17.

 
Rangkaian Pengirim Inframerah
Pada rangkaian pengirim ini, digunakan LED inframerah yang berfungsi memancarkan cahaya inframerah, dan resistor yang berfungsi sebagai pembatas arus yang masuk ke LED Inframerah. Nilai resistor didapat dari hasil pengujian, dimana pada penggunaan resistor dengan nilai 270Ω ini memberi arus untuk LED Inframerah menghasilkan cahaya inframerah dengan intensitas cukup tinggi. Rangkaian pengirim inframerah diperlihatkan pada Gambar 3.18. 
 
Rangkaian Penerima Inframerah
Pada rangkaian penerima ini digunakan photodioda, resistor, dan rangkaian pembanding. Rangkaian penerima dapat dilihat pada gambar 3.19. Photodioda berfungsi untuk menangkap cahaya inframerah yang terpantul dari permukaan garis putih. Resistor berfungsi sebagai pull-up tegangan, dan rangkaian pembanding berfungsi untuk memberikan sinyal keluaran dengan kondisi ‘0’ jika sensor tidak membaca garis, dan ‘1’ jika sensor membaca adanya garis.
Nilai resistor yang terpasang merupakan hasil pengujian dimana nilai resistor sebesar 10KΩ akan membuat photodioda memiliki kepekaan yang tinggi dalam menerima cahaya inframerah yang terpantul.

 
Output rangkaian penerima inframerah masih bersifat analog. Maka output rangkaian penerima inframerah diteruskan ke rangkaian pembanding untuk mengubahnya menjadi sinyal digital yang hanya memiliki dua kondisi yaitu 1(high)  atau 0 (low).